Iklan Billboard 970x250

Popular Post

Kenali dan Tangani Gejala Cerebral Pasly Sejak Usia Dini

Iklan 728x90

Kenali dan Tangani Gejala Cerebral Pasly Sejak Usia Dini

Badlag.tech - Cerebral palsy pada bayi adalah bentuk kelainan pada saraf otak yang menyebabkan si penderita kesulitan bergerak. menderita kondisi ini, membuat bayi mengalami  gangguan pergerakan dan koordinasi bagian tertentu pada tubuhnya.

Crebral palsy,bayi,anak,tumbuh kembang,perkembangan,usia,fisioterapi,tarapi wicara,obat,obat-obatan,lahir,lahiran,sakit,sehat,kesehatan,tumbuh kembang,CP,efek,sebab,akibat,dokter,penanganan,tangani,tindakan

Cerebral Palsy (CP) adalah efek dari rusaknya sistim pada otak atau perkembangan otak yang tidak normal. Seorang anak atau bayi bisa terlahir dengan kondisi ini, atau bisa juga terjadi setelah ia dilahirkan.

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko bayi terkena CP diantaranya yaitu;

  • Kekurangan suplai oksigen pada otak misalnya terkena asfiksia atau gangguan pernafasan berat.
  • Terkena infeksi saat didalam kandungan, bisa disebabkan oleh rubella, herpes dan juga efek ketuban.
  • Terkena meningitis setelah dilahirkan.
  • Mengalami pendarahan pada otak
  • Mengalami cedera pada kepala, disebabkan jatuh dan bisa juga akibat menggunakan forceps atau vacuum saat dilahirkan.
  • Memiliki kelainan genetik
  • Mengalami stroke, atau terhambatnya suplai darah ke otak.

Inilah beberapa diantaranya penyebab kondisi CP pada bayi, banyak faktor yang bisa menyebabkannya. Lalu seperti apa gejala atau efek yang ditimbulkan kondisi ini pada bayi atau anak kita.

Gejala Bayi atau Anak yang Terkena Cerebral Palsy


Gejala terhadap bayi yang menderita Cerebral Palsy biasanya terlihat sejak ia berumur beberapa bulan. Namun, orang tua kadang sering kali tidak menyadari bahwa bayinya mengalami kondisi ini. Kebanyakan kasus cerebral palsy baru akan terdeteksi ketika bayi telah menginjak usia 1 atau 2 tahun. Bahkan pada sebagian kasus kondisi ini baru terdiagnosis pada anak yang berusia lebih tua.

Crebral palsy,bayi,anak,tumbuh kembang,perkembangan,usia,fisioterapi,tarapi wicara,obat,obat-obatan,lahir,lahiran,sakit,sehat,kesehatan,tumbuh kembang,CP,efek,sebab,akibat,dokter,penanganan,tangani,tindakan

Umumnya ada beberapa gejala yang menandakan bahwa bayi mengalami cerebral palsy, berikuta adalah beberapa diantaranya;
  • Gangguan tumbuh kembang, misalnya bayi belum bisa berguling, merangkak, duduk dan berjalan pada usia yang seharusnya. Bayi mengalami keterlambatan pertumbuhan dibandingkan dengan bayi lain seusianya.
  • Terdapat bagian tubuh yang sulit digerakkan oleh bayi. biasanya ini ditandai dengan salah satu bagian tubuh yang terkulai atau bahkan kaku.
  • Bayi hanya bisa menggunakan salah satu atau sebagian anggota tubuhnya dalam beraktifitas. Misalnya saat merangkak,ia menopang tubuhnya hanya dengan tangan atau kaki kanannya saja.
  • Mengalami Gangguan pernafasan hingga sulit bernafas.
  • Sering mengalami kejang-kejang.
  • Terganggu pada bagian penglihatan atau pendengarannya.
  • Terlambat bisa bicara atau bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.

Gejala Pada Bayi Usia 6 Bulan


Kamu juga bisa mengetahui tanda gejala cerebral palsy secara spesifik melalui umur bayi. Pada bayi yang berumur kurang dari 6 bulan, gejala cerebral palsy akan ditandai dengan;
  • Pada usia kurang dari 6 bulan bayi tidak dapat mengangkat kepalanya saat diangkat atau digendong.
  • Terdapat anggota tubuh yang terasa kaku ataupun lemas.
  • Saat digendong, bayi akan menyilangkan kakinya atau kaki menjadi kaku.
  • Saat bayi digendong, ia bertingkah seakan tidak nyaman dan berusaha menjauhkan diri dari anda.

Gejala pada Bayi Usia 6 bulan keatas


Pada bayi berusia 6 bulan atau lebih, gejala cerebral palsy dapat dikenali dengan timbulnya gejala seperti;
  • Bayi tidak mau berguling kearah manapun.
  • Ia tidak dapat atau kesulitan menyatukan kedua tangannya.
  • Ia tidak dapat menggapai mulut menggunakan tangannya.
Hanya mampu menggapai sesuatu dengan salah satu tangannya, sementara tangan lainnya mengepal.

Gejala pada bayi usia 10 bulan keatas


Untuk bayi yang telah berusia lebih dari 10 bulan, bayi anda perlu dicurigai mengalami cerebral palsy jika ia menunjukkan perilaku seperti berikut;
  • Merangkak miring, hanya mampu menggunakan satu tangan dan satu kakinya saja, sementara tangan dan kaki yang lain diseret seperti tidak dapat digunakan atau digerakkan.
  • Hanya mengesot menggunakan paha atau pantatnya.
  • Tidak mampu berdiri sendiri meskipun sudah berpegengan atau bertumpu pada benda.
Kelainan otak yang akan dialami para penderita cerebral palsy khususnya bayi, juga dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lain. Seperti gemetaran, tubuh yang kaku, otot-otot lemas, atau gangguan koordinasi pada tubuh.

Tanda dan gejala cerebral palsy tidak melulu sama pada setiap bayi yang mengalaminya. Hal ini bergantung kepada bagian otak mana yang mengalami kerusakan. Kondisi ini pun sering kali sama dengan beberapa penyakit yang lain.

karenanya, apabila anak atau bayi mengalami beberapa tanda dan gejala yang telah disebutkan diatas, segera periksakanlah ia ke dokter agar bisa dipastikan apa penyebabnya.
 

Bisakah Menyembuhkan Cerebral Palsy?


Cerebral Palsy adalah kondisi yang akan terus dijalani seumur hidup. Sampai saat ini belum ditemukan metode yang dapat mengobati dan menyembuhkan kondisi ini sepenuhnya. Tapi, terdapat metode penanganan yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala dan menunjang tumbuh kembang bayi sebaik mungkin.

Salah satunya dengan melakukan terapi, tujuannya pada cerebral palsy juga lebih difokuskan untuk dapat membantu bayi atau anak yang telah terdiagnosis mengalami kondisi ini. Untuk dapat melakukan aktifitas dengan mandiri, seperti menggengam, merangkak, duduk dan berjalan.

Memastikan seorang bayi mengalami cerebral palsy ataupun tidak, wajib melakukan pemeriksaan ke dokter sepesialis anak terlebih dahulu. Jika hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa bayi positif mengalami cerebral palsy, maka inilah beberapa langkah penanganannya pada bayi yaitu;

Fisioterapi


Fisioterapi adalah terapi fisik yang bisa diterapkan demi membantu bayi beradaptasi dengan kondisinya. Dokter akan menentukan seperti apa jenis fisioterapi dan teknik-teknik latihan tertentu, yang akan dibutuhkan bayi terdiagnosis mengalami cerebral palsy. Biasanya dokter akan memfokuskan pada bagian tubuh yang terdampak oleh cerebral palsy.
Tujuan terapi ini tentu saja adalah untuk memperkuat otot, keseimbangan dan koordinasi gerakan juga kendali gerak bayi. Dengan demikian diharapkan bayi bisa melakukan aktifitas dengan baik dan normal, seperti mengankat kepala, berguling dan menggengam.

Terapi Wicara


Terapi ini bertujuan untuk membantu anak-anak dengan cerebral palsy yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan berbicara. Untuk bayi, terapi wicara ini dapat dilakukan dengan tujuan melatih kekuatan otot mulut dan juga rahangnya, sehingga diharapkan dapat memperbaiki kemampuan berkomunikasinya nanti.

Evaluasi Tumbuh Kembang


Evaluasi tumbuh kembang merupakan suatu komponen yang amat penting dalam penanganan kasus cerebral palsy pada anak atau bayi. Bertujuan untuk mengukur dan menilai apakah bayi mengalami masalah pada tumbuh kembang dan memberikan penanganan sedini mungkin agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan normal.

Obat-obatan


Memberikan obat-obatan disini bukanlah untuk menyembuhkan cerebral palsy, namun melainkan untuk mengatasi keluhan yang ditimbulkan.
Misalnya jika ada otot ayng kaku hingga bayi sulit atau bahkan tidak dapat bergerak saat menjalani terapi fisik atau terapi wicara, maka dokter boleh memberikan obat pelemas otot. Apabila bayi yang terkena cerebral palsy sering mengalami kejang-kejang, maka dokter boleh memberikan obat antikejang.

Operasi


Selain dengan menggunakan metode terapi dan obat-obatan, gejala cerebral palsy juga dapat diringankan dengan menggunakan metode operasi. Biasanya ini adalah pilihan terakhir jika, penanganan dengan metode lain sudah tidak lagi efektif atau terjadi komplikasi. Seperti kontaraktur, atau terbentuknya jaringan parut hingga membuat pergerakan otot menjadi terbatas, atau bayi penderita cerebral palsy mengalami pertumbuhan tulang yang tidak normal.

Selain beberapa penanganan medis diatas, dukungan emosional dan stimulus tumbuh kembang yang baik dari para orang tua adalah merupakan suatu langkah penting dalam penanganan bayi dengan cerebral palsy.

Crebral palsy,bayi,anak,tumbuh kembang,perkembangan,usia,fisioterapi,tarapi wicara,obat,obat-obatan,lahir,lahiran,sakit,sehat,kesehatan,tumbuh kembang,CP,efek,sebab,akibat,dokter,penanganan,tangani,tindakan

Kombinasi penanganan yang tepat serta dukungan dari para orang tua, bayi dan anak yang menderita cerebral palsy memiliki kesempatan yang besar untuk dapat tumbuh dan berkembang layaknya anak-anak normal, meskipun tetap memiliki keterbatasan.

Pada kebanyakan kasus, penderita cerebral palsy harus selalu menggunakan alat bantu, seperti kursi roda seumur hidupnya.

Sebagai orang tua kita wajib untuk memperhatikan detail tumbuh kembang anak. Maka dari itu, jika kita menemukan gejala-gejala yang sudah saya tuliskan diatas sebaiknya bawalah anak anda pada dokter untuk diperiksa. "Mencegah lebih menghemat biaya daripada mengobati".


Sekian tulisan ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar

Iklan Tengah Post

Featured Post

Iklan 300x250